You are currently viewing Cerita Mahasiswa Natuna Karantina Diri Pulang dari Daerah Pandemi Corona

Cerita Mahasiswa Natuna Karantina Diri Pulang dari Daerah Pandemi Corona

Natuna – Zuriatul Khoiri dan kawan-kawan terpaksa pulang di tengah mengkhawatirkannya Covid-19 di daerah tempat mereka kuliah. Lima mahasiswa ini baru saja kembali dari Yogyakarta dan Bandung.

Di kedua kota itu, dituturkan Zuriatul, Covid-19 sudah sangat darurat. Ia dan sejumlah rekan lainnya pun dilarang keluar rumah, apalagi keluar komplek. “Untuk mencari makan di luar sana kami sudah kesusahan. Jadinya kami mahasiswa mengambil keputusan untuk balik ke Natuna,” tuturnya, Kamis (2/4/2020).

Ia dan para rekannya kini tidur. Gedung Green SPAM IKK Desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna dipilih jadi lokasi karantina mandiri. Hal ini pun atas inisiatif mereka. Gayung bersambut, Pemdes setempat akhirnya memfasilitasi.

“Saya dari Bandung, tiba di Natuna hari Rabu (1/4/) dengan menggunakan Sriwijaya Air, sedangkan kawan kawan yang lain ada yang dari Yogyakarta dan Tanjungpinang, total kami saat ini (karantina mandiri) ada 5 mahasiswa termasuk anak pak kades (Desa Gunung Putri),” akunya

Ia juga mendapat kabar dari rekan-rekan mahasiswa lainnya asal Desa Gunung Putri yang masih berada di luar Natuna akan ada yang pulang juga menggunakan KM. Bukit Raya dalam pekan ini. Mereka juga berniat ikut karantina mandiri di lokasi tersebut.

Zuriatul, mahasiswa yang menempuh pendidikandi Bandung ini mengakui karantina khusus seperti ini sangat positif. “Jadinya masyarakat tidak merasa khawatir dan resah dengan kedatangan kami. Apalagi jika sampai ada yang dikucilkan, padahal notabene kami datang dengan keadaan yang sehat dan segar bugar,” tuturnya.

Ia berharap Pemkab Natuna punya langkah khusus terkait hal ini. “Apalagi kami dengar sudah dialokasikan anggaran sebesar 15 M untuk penangan Covid 19 ini, salah satunya untuk karantina terlokalisir ini harusnya Pemda bisa mengambil kebijakan lebih awal,” harapnya.

Lokasi karantina di gedung di atas bukit

Gedung Green SPAM IKK milik PDAM Natuna yang dijadikan lokasi karantina mandiri oleh mahasiswa ini berjarak sekitar 1 Km dari pemukiman warga.

Di dalamnya ada lima, masing masing 1 kamar tidur berada di lantai bawah dan 4 kamar tidur berada di lantai atas. Untuk toilet dan kamar mandi sendiri tersedia di masing masing lantai.

Sedangkan dapur umum terletak di lantai dua. Ada juga ruang salat di lantai satu berdampingan dengan aula yang cukup luas dan ruang bersanta di lantai dua menghadap pemandangan di Gunung Putri.

Kami berterima kasih ke pihak Desa Gunung Putri karena sudah membuatkan lokasi dan fasilitas yang mencukupi untuk kami. Sinyal jaringan seluler pun disini bagus sehingga kami tidak kesulitan mengakses internet,” tuturnya.

Untuk fasilitas seperti tempat tidur memang kita menggunakan kasur lipat atau Velbed milik TNI AU. Lalu untuk konsumsi kami sendiri Alhamdulillah pihak desa yang menanggung, setiap hari kita diberi jatah makan 3 kali sehari,” ungkapnya.

Kepala Desa Gunung Putri, Muslim saat dijumpai menyampaikan, untuk segala fasilitas, prasarana dan akomodasi konsumsi pihaknya menanggung. “Mahasiswa dan pihak keluarga tidak perlu khawatir,” ujar Muslim

Ia mengatakan juga melakukan pengawasan yang ketat yang dilakukan oleh tim relawan desa tanggap Covid 19. Setiap hari diakuinya tim akan memantau perkembangan dan kesehatan mahasiswa yang dikarantina.

Kami juga meminta bantuan pihak puskesmas Bunguran Batubi untuk melakukan pengecekan kesehatan setiap dua hari sekali atau setiap diperlukan jika ada keluhan dari pihak mahasiswa,” sebutnya.

(Yan)

Sumber : https://www.batamnews.co.id/berita-61072-cerita-mahasiswa-natuna-karantina-diri-pulang-dari-daerah-pandemi-corona.html?page=all